Petani Maiwa Kembangkan Kacang Koro Pedang

ENREKANG, UPEKS—Implementasi pengembangan tanaman pangan terutama Polong, di Enrekang bisa dijadikan komoditas potensial yang punya nilai pasar tinggi.
Wilayah yang dikenal dengan keragaman agroklimatnya ini, sudah mulai mengembangkan jenis kacang koro pedang. Ada sekitar 20 hektar lahan yang ditanami. Tepatnya di Desa Batumila Kecamatan Maiwa.
Tanaman ini tak sebatas memiliki nilai jual ekonomi, tapi mampu bertahan pada lahan kering yang kurang disenangi horti ataupun palawija lainnya.
“Kalau mengacu hasil panen petani, jika dikonversi luasan hektar berinvestasi kecil akan memberi nilai ekonomi tinggi,” ujar Kepala Ketahanan Pangan Enrekang, Ir Ahmad Fajar Muhiddin MSi.
Saat ini, sebagai pengembangan komoditas baru pada lahan kering bagian selatan Enrekang, variates tanaman ini tergolong sangat menjanjikan.
Daya serap komuditas ini, dimanfaatkan untuk bahan kecap, campuran daging abon dan bahan saripati tahu. “Serta terhindar serangan babi hama,” katanya menjelaskan.
Dari kajian usaha tani, pihak Ketahanan Pangan Enrekang, setiap input persiapan lahan, saprodi, tenaga dan bibit dibandingkan nilai penjualan produksi selisih usaha diperoleh tahun pertama sekitar Rp63,95 juta per hektarnya.
Pola panen yang dilakukan sebanyak sekali dalam dua minggu, atau produksi yang diraih petani mencapai 7,5 ton basah per bulan.
sumber:
http://www.ujungpandangekspres.com/index.php?option=read&newsid=57054

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: