Koro Pedang Alternatif Pengganti Kedelai

Koro Pedang, tanaman kacang-kacangan yang turun temurun telah dibudidayakan di Indonesia, dinilai mampu menggantikan kedelai yang saat ini sebagian besar masih diimpor.

Menteri Pertanian Anton Apriyantono di Jakarta, Sabtu mengatakan, dengan kandungan protein mencapai 27,4 persen, Koro Pedang dapat diolah menjadi tahu, tempe, maupun pakan ternak serta makanan ringan yang selama ini sangat bergantung pada kedelai.

“Pengembangan Koro Pedang mempunyai peluang yang cukup besar untuk mengatasi keresahan perajin tahu, tempe dan pakan ternak akibat kekurangan kedelai,” katanya.

Mentan mengatakan, selama ini devisa yang dikeluarkan untuk impor kedelai begitu tinggi oleh karena itu jika Koro Pedang semakin berkembang dibudidayakan petani maka ke depan mampu menggantikan kedelai yang sebagian besar masih didatangkan dari luar.

Dengan demikian, tambahnya, akan menghemat devisa negara yang dipergunakan untuk mengimpor komoditas tersebut.

Menteri juga mengungkapkan sehari sebelum melakukan Pencanangan Penanaman Koro Pedang di Jawa Barat yang berlokasi di Desa Pesawahan, Kecamatan Takokak Kabupaten Cianjur.

Menurut Anton, tanaman Koro Pedang sudah dibudidayakn di Lampung, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara Barat yang mana untuk Jawa Barat pada Musim Tanam 2009/2010 akan ditanam seluas 5000 hektar.

Penanaman di Jabar tersebut tersebar di Kabupaten Cianjur, Ciamis, Subang, Sumedang, Bandung, Bandung Barat, Majalengka, Sukabumi, Garut, Indramayu yang masing-masing 500 ha sedangkan khusus Cianjur 600 ha.

Agribisnis Koro Pedang, lanjutnya, memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan karena tanaman tersebut mudah dibudidayakan dan ditumpangsarikan dengan ubi kayu, jagung, sengon, kopi, coklat dan lain-lain.

Peluang pasar yang menjanjikan antara lain permintaan dari Korea, Jepang dan Amerika Serikat.

Tanaman ini toleran terhadap lahan kering masam, mampu tumbuh di segala jenis tanah bahkan tanah marjinal, penghasil pupuk hijau sebanyak 40-50 ton/ha.

Selain itu, ekstrak biji Koro Pedang dapat meningkatkan ketahanan tubuh dan mencegah penyakit kanker.

Saat ini, menurut dia, produktivitas rata-rata Koro Pedang sebanyak 7 ton/ha dengan harga di tingkat petani sebesar Rp2.500/kg biji kering.

Sementara itu Ketua Himpunan Petani, Peternak dan Pekebun (HIPPPI) Jawa Barat, Yayat Syifullah Priyadi mengatakan, permintaan Koro Pedang di Jawa Barat tak hanya dari pasar lokal maupun antar wilayah di dalam negeri namun juga dari Korea dan Amerika.

“Permintaan pasar sebenarnya tak terbatas. Karena produksi masih rendah kami kewalahan memenuhi permintaan tersebut,” katanya.

Permintaan Koro Pedang dari Korea, menurut dia, sebanyak 50 ton/minggu, begitu juga dari Jawa Tengah dan Jawa Timur sebesar itu untuk industri pengolahan sedangkan untuk usaha tahu, tempe dari dua provinsi itu membutuhkan sekitar 10 ribu ton.

Permintaan juga dari PT Manohara untuk melakukan ekspor Koro Pedang sekitar 200 ton/bulan serta dari masyarakat sekitar.(*an)

sumber:

http://matanews.com/2009/07/26/koro-pedang-pengganti-kedelai/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: